Hidup Berdamai

1 Petrus 3:8-12

 

images           Persekutuan dan persaudaraan yang rukun adalah dambaan setiap orang di dunia ini. Bagaimanakah agar impian ini menjadi kenyataan? Persekutuan dan persaudaraan ini terwujud jika kita memiliki nilai-nilai hidup seperti: Pertama, seia sekata. Harus kita akui bahwa kita memiliki banyak latar belakang yang berbeda-beda menurut suku, bahasa dan ada istiadat, pendidikan, pekerjaan, cara berpikir dan sebagainya, namun kita harus benar-benar sehati, seia-sekata, supaya dapat hidup sebagai persekutuan yang mau mengerti satu dengan yang lain.  Situasi yang demikian menggambarkan bahwa jemaat merupakan organ atau badan yang hidup, dimana terdapat berbagai-bagai anggota atau suatu badan yang sangat berlainan bentuknya dan sangat beraneka ragam fungsinya. Didalam keberanekaragaman itu anggota-anggota dapat saling membantu dan saling mengisi satu sama lain. Tidak ada yang menganggap dirinya lebih berharga dan lebih tinggi. Baik Tuhan Yesus maupun rasul-rasul, sering menekankan kesatuan di dalam persekutuan. Tuhan Yesus dalam doaNya supaya “murid dan pengikutNya, menjadi satu” (ut omnes unum sint). Rasul Paulus menggarisbawahi dalam surat kirimannya “meskipun anggota-anggota itu berlainan dan mempunyai talenta-talenta yang sangat berlainan, namun mereka tetap satu badan, satu organ yang hidup”.

          Kedua, seperasaan (sympathein=sama merasa sakit). Dalam satu organ yang hidup, bila tangan terluka, sesungguhnya tidak hanya tangan saja yang menderita, melainkan seluruh tubuh menderita kesakitan. Begitulah sifat organ yang hidup, dimana semua anggota bersukaria. Ketiga, mengasihi. Pusat atau azas hidup orang kristen adalah kasih karena hakikat atau kesempurnaan Allah adalah mengasihi dunia. Kasih adalah sumber dari segala kebajikan. Kasih itu panjang sabar, kasih menjauhkan dengki, kasih tidak memegahkan diri dan tidak tidak sombing dan sebagainya. Jika kita tidak ada kasih sudah barang tentu persaudaraan itu tidak dapat dinikmati. Keempat, Rendah hati. Dengan rendah hati kita mampu mengalahkan kesombongan dan kecongkakan kita. Sifat rendah hati akan menjadi persekutuan kita akan semakin indah dan bahagia. Kesimpulan: Dalam membangun persekutuan yang sehat, jika kita mengandalkan kekuatan atau kekayaan itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa, tetapi jika kekuatan kuasaNya yang diandalkan, pasti berhasil.

Iklan

Bersama Yesus semua pasti bisa

Hari minggu, 7 Juli 2013

Bapak Kompol. F. Zendrato, SH atau biasa disapa dengan Bapak Ama Jefri Zendrato telah mengumumkan bahwa FKUB (Forum kerukunan Umat beragama)  Kota Medan dan Kantor Kementrian Agama Kota Medan yang telah membenarkan usulan renovasi perluasan Pembangunan rumah ibadah Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Jemaat Teladan Medan Jl. Asrama II No. 03 . Semoga dengan di keluarkannya surat izin dari FKUB dan Kementrian agama kota medan, merupakan tahap awal untuk kita mempercepat pembangunan rumah ibadah Gereja BNKP teladan medan, mari warga jemaat BNKP teladan medan dan sekitarnya berpegang tangan untuk mempercepat pembangunan renovasi gedung gereja BNKP teladan medan, kami mohon dukungan doa agar pembangunan renovasi gedung gereja dapat terlaksana dengan baik tanpa hambatan. Bersama Yesus kita pasti bisa. Mari kita menyenangkan hati Tuhan.

Saat Memilih

Saatnya Memilih
kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,”(Ulangan 30:19)
Nas Bacaan : 2 Tawarikh 20
Sahabat muda, “saatnya memilih!!” Di program-program talent show yang juaranya diperoleh dari dukungan SMS, di pemilihan kepada daerah dan kepala Negara, kalimat ini sering kita dengar. Namun,  sobat muda sadarkah bahwa setiap hari kalimat itu akan selalu dihadapkan pada kita? Kita lihat cerita Raja Yosafat di dalam nas bacaan kita hari ini. Disana diceritakan dimana Raja Yosafat mendapat kabar bahwa bangsa Amon dan Moab hendak menyerang mereka. Di masa genting ini, keputusan seorang raja akan amat menentukan. Apa yang Raja Yosafat putuskan? Apakah ngadain wajib militer? Atau…mencari bantuan ke bangsa sekutunya? Atau… Bikin senjata lebih banyak? Jawabannya tidak seperti itu. Di ayat 3 jelas mencatat, bahwa Raja Yosafat memutuskan untuk mencari Tuhan dan memerintahkan rakyatnya puasa. Bukannya malah lemes tu? Namun, keputusan Raja Yosafat terbukti tepat. Tuhan nggak hanya kasih kemenangan, tapi Ia sendiri yang akan berperang melawan mereka.
Sahabat muda, ada seorang penulis bernama John Maxwell berkata : “Tuhan memilih apa yang harus kita alami, tapi kitalah yang memilih gimana kita akan melewatinya”. Bukanlah pilihan Raja Yosafat kalo bangsa Amon dan Moab akan menyerang, tapi ia bisa memilih dengan cara yang tepat untuk menghadapinya. Yup, gak semua hal terjadi akibat pilihan kita. Orang tua cerai, orang yang kita sayangi meninggal, diputuskan pacarang atau ditinggalkan pacar, ekonomi keluarga bangkrut, kekurangan fisik kita, atau juga orang lain jahatin kita.  Itu bukan atau belum tentu itu adalah akibat pilihan kita. Demikian juga, kalo hari ini kita bisa hidup di keluarga yang utuh bahkan mampu, dianugrahi penampilan menarik atau otak cerdas, dan bisa kenal Tuhan (Yoh 15:16), itu juga bukan karena pilihan kita. But, what we do next, itu tergantung pilihan kita. Itu sebabnya, yang namanya memilih itu sebenarnya nggak hanya saat kita tiba di sebuah persimpangan, tapi setiap waktu saat kita berjalan.
Tuhan memberkati kita semua. Amen.
BNKP Jemaat Hilisawatõ Simalingkar - Medan

Jl. Sagu 14 No. 3 P.Simalingkar Medan, HP : 085261470960

Nias Online

A website of Nias people, culture and current affairs

BNKP Jemaat Padang

(Banua Niha Keriso Protestan) Jemaat Padang. Jl. Karya No. 6 Padang Sumbar